Powered By Blogger

Senin, 03 Desember 2012

Sejarah Penanggalan Masehi


Kalender Masehi adalah kalender yang mulai digunakan oleh umat Kristen awal. Mereka berusaha menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1). Namun untuk penghitungan tanggal dan bulan mereka mengambil kalender bangsa Romawi yang disebut kalender Julian (yang tidak akurat) yang telah dipakai sejak 45 SM, mereka hanya menetapkan tahun 1 untuk permulaan era ini. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian lalu disempurnakan lagi pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Penanggalan ini kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi.
Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti “yang membasuh,” “mengusap” atau “membelai.” .(Al-Masih dalam bahasa Arab berarti yang Pembaptis, mengusap atau membelai, berasal dari kata “masaha”. Dalam bahasa Ibrani dikenal dengan istilah Mesias/Mesiakh yang berarti yang diurapi atau juru selamat. Dalam kedatangannya ke-2 kali Isa dianggap sebagai hakim dunia di hari penghakiman.
Nabi Isa dalam al Quran adalah al-Masih.[1] Ada sebuah pemakaian lagi nama Al Masih dalam Islam yaitu Al Masih Dajjal yang kedatangannya menjadi pertanda datangnya hari kiamat).
Dalam bahasa Inggris penanggalan ini disebut “Anno Domini” / AD (dari bahasa Latin yang berarti “Tahun Tuhan kita”) atau Common Era / CE (Era Umum) untuk era Masehi, dan “Before Christ” / BC (sebelum [kelahiran] Kristus) atau Before Common Era / BCE (Sebelum Era Umum).
Sejarah
Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih karena itu kalender ini dinamakan menurut Yesus atau Masihiyah. Kebalikannya, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut. Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen tersebut. Sistem penanggalan yang merujuk pada awal tahun Masehi ini mulai diadopsi di Eropa Barat selama abad ke-8. Penghitungan kalender ini dimulai oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus (atau “Denis Pendek”) dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma.
[sunting]
Dikutip dari id.wikipedia.org pada 9 Romadhon 1433 H.
Sejarah Awal Mula Kalender Masehi
Kalender masehi merupakan salah satu system penanggalan yang dibuat berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (syamsiah solar system) yang penaggalannya dimulai semenjak kelahiran Nabi Isa Almasih as. (sehingga disebut Masehi ;Masihi). Nama lain dari kalender ini adalah kalender Milladiah (kelahiran).
Seperti yang telah kita maklumi, nama-nama bulan Masehiah dimaulai dari Januari sampai Desember. Dan perlu diketahui bahwa sebagian nama-nama bulan ini telah ada sebelum dimulainya penanggalan Masehiah, sebagian lagi adalah nama yang baru. Adapun asal –usul ke-12 bulan Masehi ini adalah sebagai berikut :
• Januari, dahulu namanya adalah Januarius; berasal dari kata Janus (malaikat bermuka 2 penjaga gerbang Roma);
• Februari, dahulu namanya adalah Februarius; berasal dari kata Februa (hari pembesihan);
• Maret, dahulu namanya adalah Martius; berasal dari kata Mars (dewa perang);
• April, dahulu namanya adalah Aprilis; berasal dari kata Apru (dewa asmara bangsa Etruscan);
• Mei, dahulu namanya adalah Maiusl berasal dari kata Maia (saudara tertua Atlas; kebudayaan Yunani)
• Juni, dahulu namanya adalah Junius; berasal dari kata Juno, istri Jupiter;
• Juli, dahulu namanya adalah Quintilis; kemudian diganti menjadi Julius setelah raja Julius Caesar (100-44 BCE) BCE = Before Common Era (sebelum Masehi);
• Agustus, dahulu namanya adalah Sextilis (bulan ke-6), kemudian diganti menjadi Augustus setelah raja Augustus (63 BCE 14 Masehi);
• September, dahulupun tetap namanya September (bulan ke-7);
• Oktober, berasal dari kata yang sama, Oktober (bublan ke-8);
• Nopember, berasal dari kata yang sama, Nopember (bulan ke-9);
• Desember, berasal dari kata yang sama, Desember (bulanke-10)
Sistem kelander masehi sangat berhubungan dengan sejarah romawi, terutama dalam hal penamaan bulan-bulannya. Menurut sumber yang didapat dalalm legenda kerajaan romawi, kerjaan ini didirikan oleh raja Romulus pada tanggal 21 April 753 BCE. Kalender romawi pada saat itu adalah kalender 10 bulan yang dimulai pada bulan Maret dan berakhir pada bulan Desember, ditambah 2 bulan tanpa nama (musim dingin). Raja berikutnya, Numa Pompilius memindahkan Januari dan Februari.